Nilai Mata Uang Rupia Melemah Terhadap Dolar ( AS)
![]() |
| Ilustrasih Rupiah dan Dolar AS |
Dalam rangkaian peristiwa yang menandai akhir tahun 2023, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan, mencapai Rp15.782 pada hari Rabu (31/12/2023). Sementara itu, dolar AS menguat, menunjukkan penguatan sebesar 0,02% atau 2,50 poin menjadi Rp15.782,5 per dolar AS. Penguatan ini sejalan dengan indeks dolar AS yang naik 0,20% ke posisi 103,60.
Situasi di kawasan Asia juga mencerminkan variasi, dengan mata uang seperti won Korea melemah 0,39%, yen Jepang menguat 0,01%, yuan China melemah 0,03%, peso Filipina menguat 0,21%, dan ringgit Malaysia menurun 0,06%. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyoroti ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga AS dan perhatian investor terhadap petunjuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Maret.
Analisis menyebutkan bahwa data ekonomi AS yang solid telah mengurangi prediksi pemangkasan suku bunga Maret menjadi 42%, dibandingkan dengan sekitar 89% pada bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dalam FedWatch Tool milik CME Group. Ibrahim menjelaskan bahwa beberapa analis memperkirakan penurunan suku bunga pertama oleh The Fed bertujuan untuk mencegah kesenjangan yang terlalu besar antara inflasi dan suku bunga.
Sejalan dengan itu, data sebelumnya menunjukkan peningkatan tak terduga dalam lowongan pekerjaan AS pada bulan Desember dan peningkatan kepercayaan konsumen AS hingga mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada bulan Januari. Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2023 dan 2024 di angka 5%. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.
Terkait proyeksi ekonomi global, IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global 2024 dari 2,9% menjadi 3,1% pada bulan Januari 2024. Meskipun beberapa negara menunjukkan ketahanan yang luar biasa, termasuk pertumbuhan cepat di Asia Tenggara, mitra dagang Indonesia seperti China masih diproyeksikan tumbuh melambat. Dalam konteks ini, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya, dengan ekspektasi fluktuatif namun cenderung melemah dalam kisaran Rp15.760 hingga Rp15.840.
Sumber:Market.bisnis.com

